FEMALE'S ISSUES IN CHARACTERIZATION OF INDONESIAN MALAY LITERARY WORKS IN THE ERA from 1920 to 1940
Downloads
One of the highlights in Indonesian Malay literary works from 1920 to 1940 is the phenomenon of female's existence in social and cultural perspectives as reflected in twelve selected novels. This article aims to describe the issues of Indonesian Malay women as reflected in a number of literary works from 1920 to 1940, namely Azab dan Sengsara (1920) by Merari Siregar; Sitti Nurbaya (1922) by Marah Rusli; Salah Asuhan (1928) by Abdoel Moeis; Tak Putus Dirdung Malang (1929) by Sutan Takdir Alisyahbana; Sengsara Brings Nikmat (1929) by Tulis Sutan Sati; Karena Mentua (1930) by Nur Sutan Iskandar; Dian Yang Tak Kunjung Padam (1932) by Sutan Takdir Alisyahbana; Kalau Tak Untung (1933) by Selasih; Si Cebol Rindukan Bulan (1934) by Datuk Madjoido; Hilang Mestika (1934) by Fatimah Hasan Delais or Hamidah; Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1938) by Hamka; and Layar Terkembang (1938) by Sutan Takdir Alisyahbana. The selected literary works are the main research data analyzed through the integration of the Structural Literary Approach method with Feminist Literary Criticism which emphasizes women's issues in literary structures such as characterization and themes carried by the literary works. The results of the data analysis are then presented descriptively, namely explaining fictional facts as narrated in literary works. The facts obtained from the narratives of Indonesian Malay literature from 1920 – 1940 related to women's issues are the intervention of parents and family in matchmaking, devotion to parents, obedience to customs, maintaining purity/self-honor, true love for the soul/spirituality, marriage partners based on social status, death due to failed lovemaking, uneducated women resigned to domestication, and educated women being resilient in facing life's problems.
Abbas. 2020. Description of The Noble Girls of Indonesian 1930s In Alisjahbana’s Selected Novels Description of The Noble Girls of Indonesian 1930s In Alisjahbana’s Selected Novels. International Journal of Arts and Social Science (IJASS), Vol.3 (5), p. 1-7.
-------. 2024. The notion of American Frontier Women in Cather's Selected Novels: Integration of Genetic Structuralism Approach-Feminist Literary Criticism. Dissertation Unpublished. Makassar: Graduated Program of Culture Faculty, Hasanuddin University.
-------, A., Noer, J.S., Amir, P., Fathu, R., and Abidin, P. 2024. Comparison of American and Indonesian Women's Notion In Cather's O'Pioneer! and Hamka's Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. Journal of Language Teaching and Research (JLTR), Vol.15 (6), p. 350-356. DOI: https://doi.org/ 10.17507/jltr.1302.15.
Abadi, Jihaty, et al. 1979. Sari Kesusastraan Melayu-Indonesia (tradisi & Moden). Kualalumpur: Adabi.
Alisjahbana, Sutan Takdir. 1986. Tak Putus Dirundung Malang. Cetakan ke-7. Jakarta: Dian Rakyat.
---------------, -------- -------. 2000. Layar Terkembang. Cetakan ke-29. Jakarta: Balai Pustaka.
---------------, -------- -------. 2011. Dian Yang Tak Kunjung Padam. Cetakan ke-21. Jakarta: Dian Rakyat.
Ahmad, Sabaruddin. 1967. Intisari Roman Indonesia. Medan: Saiful.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2024. Periodisasi Sastra. Available at: https://dapobas.kemdikbud.go.id/home?show=isidata&id=1549 (Accessed on August 13, 2025).
Delais, Fatimah Hasan. 2011. Kehilangan Mestika. Jakarta: Balai Pustaka.
Djajanegara, Soenarjati. 2000. Kritik Sastra Feminis, sebuah pengantar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Endraswara, Suwardi. 2013. Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: Center for Academic Publishing Service (CAPS).
Faruk. 2014. Pengantar Sosiologi Sastra, dari Strukturalisme Genetik sampai Post-modernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Foulcher, Keith. 1991. Pujangga Baru: Kesusasteraan dan Nasionalisme di Indonesia 1933–1942. Jakarta: Girimukti Pasaka.
Hamka. 2014. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Cetakan ke-32. Jakarta: Bulan Bintang.
Humn. 2007. Ensiklopedia Feminisme. Diterjemahkan oleh Mundi Rahayu. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.
Iskandar, Nur Sutan. 2011. Karena Mentua. Cetakan ke-10. Jakarta: Balai Pustaka.
Jassin, Hans Bague. 1963. Pudjangga Baru Prosa dan Puisi. Jakarta: Gunung Agung.
Madjoido, Aman Datuk. 2004. Si Cebol Rindukan Bulan. Cetakan ke-10. Jakarta: Balai Pustaka.
Moeis, Abdoel. 2010. Salah Asuhan. Cetakan ke-29. Jakarta: Balai Pustaka.
Ratna, Nyoman Kutha. 2015. Teori, Metode, dan Penelitian Sastra. Cetakan ke-13. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rusli, Marah. 2006. Sitti Nurbaya. Cetakan ke-29. Jakarta: Balai Pustaka.
Sati, Tulis Sutan. 2008. Sengsara Membawa Nikmat. Cetakan ke-10. Jakarta: Balai Pustaka.
Selasih. 2011. Kalau Tak Untung. Cetakan ke-27. Jakarta: Balai Pustaka.
Siregar, Merari.2011. Azab dan Sengsara. Cetakan ke-31. Jakarta: Balai Pustaka.
Sugihastuti and Suharto. 2016. Kritik Sastra Feminis, teori dan aplikasinya. Cetakan ke-6. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.
Swantoro, P. 2016. Dari Buku ke Buku Sambung Menyambung Menjadi Satu. Jakarta: Kompas Gramedia.
Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
Yudiono, KS. 2010. Pengantar Sejarah Sastra Indonesia. Jakarta: Grasindo.
Wellek, Rene and Austen Warren. 2014. Teori Kesusastraan. Translated by Melani Budianta. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Copyright (c) 2025 Abbas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

